Autobiografi Erros Djarot Jilid 1

Rp170.000

Jakarta, September 1993. Sebuah telepon dari Guntur Soekarnoputra yang berkali-kali ia abaikan — dan ketika akhirnya diangkat, mengubah arah politik Indonesia.

Jilid pertama menelusuri jalan panjang menuju panggilan itu: orang tua yang bercerai, kekerasan dari ayahnya sendiri, hidup sebagai buruh kasar dan pengamen, perantauan ke Eropa dan Amerika, patah hati yang nyaris menghancurkan, lahirnya “Badai Pasti Berlalu”, sampai kepulangannya menjelang 1980 untuk mulai membangun PDI dari Solo dan Yogyakarta.

Tanpa sensor, tanpa pencitraan.

📌 Jilid pertama dari tiga bagian yang mengisahkan perjalanan hidup Erros Djarot secara utuh.

Deskripsi

Autobiografi Erros Djarot

75 tahun perjalanan hidup. Ribuan halaman kesaksian. Satu pengakuan yang tak pernah berani ia ucapkan — hingga sekarang.

Erros Djarot dikenal sebagai sutradara Tjoet Nja' Dhien, film peraih 8 Piala Citra; pencipta lagu abadi "Badai Pasti Berlalu"; dan tokoh kunci di balik lahirnya PDI Perjuangan yang mengantarkan Megawati Soekarnoputri menuju puncak kepemimpinan nasional Indonesia. Tapi di balik semua pencapaian itu, tersimpan kisah yang selama dua dekade ia kubur dalam diam.

Jilid pertama membuka semuanya dari awal. Seorang bocah nakal di Yogyakarta yang dihukum dengan berbagai kekerasan oleh ayahnya sendiri. Remaja yang sempat hidup sebagai buruh kasar, pengamen, dan beragam profesi. Perantau di Eropa dan Amerika — München, Köln, Bonn, hingga New York — tempat musik menjadi jalan bertahan hidup, dan sebuah patah hati nyaris menghancurkan segalanya.

Ia pulang ke Indonesia menjelang 1980, turut membidani Litbang PDI pada 1982, dan ikut menyiapkan Kongres III PDI 1986. Lalu, pada September 1993, sebuah telepon berdering berkali-kali dan ia membiarkannya. Ketika akhirnya diangkat, di ujung sana ada Guntur Soekarnoputra — dan sejak hari itu, hidupnya tak pernah sama lagi.

Cinta, pengkhianatan, dan seluruh pertaruhan besar demi bangsa dan negara yang ia cintai — semua terekam jujur dalam memoar ini, tanpa sensor, tanpa pencitraan.

Ini bukan sekadar autobiografi. Ini kesaksian seorang seniman sekaligus politisi yang menyutradarai hidupnya sendiri, sekaligus ikut menyutradarai perjalanan bangsanya, dengan taruhan yang sangat besar. Membacanya seperti duduk di kursi paling depan, menyaksikan sejarah Indonesia diputar di layar besar.

Beranikah Anda menyelami sisi Erros Djarot yang belum pernah diceritakan siapa pun?

📌 Jilid pertama dari tiga bagian yang mengisahkan perjalanan hidup Erros Djarot secara utuh — dari masa kecil hingga Kongres III PDI 1986, bermula dari satu panggilan telepon yang mengubah arah hidupnya, dan arah politik Indonesia.

Informasi Tambahan
Berat 0,7 kg
Dimensi 22 × 15 × 5 cm